‘MY KINGDOM’, Merebut Kembali Tahta Kekuasaan

film terbaru

‘MY KINGDOM’, Merebut Kembali Tahta Kekuasaan.

Sinopsis
Ada yang bilang kalau tak ada yang bisa mengungguli kekuatan dendam yang membara. Mungkin benar, paling tidak, dendam di hati Meng Er Kui (Geng Han) tak padam ditelan masa. Meski telah lewat bertahun-tahun, Meng Er Kui masih ingat apa yang dilakukan oleh Sang Raja. Saat Meng sudah siap, hanya satu hal yang akan ia lakukan… Membalas dendam!

Saat Meng Er Kui masih kecil, ia dipaksa melihat ayahnya dibunuh oleh prajurit kerajaan. Saat itu Raja memerintahkan agar semua keturunan keluarga Meng dihabisi. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, pemimpin marga Meng bersumpah kalau suatu saat nanti keturunannya akan membalas dendam. Meng Er Kui saat itu baru berusia lima tahun dan berhasil lolos dari para prajurit kerajaan.

Meng Er Kui kemudian menjadi anak angkat Master Yu Shengying (Biao Yuen). Bertahun-tahun Meng Er Kui berlatih ilmu bela diri dan kesenian opera bersama Master Yu dan Guan Yi Long (Chun Wu) yang sedikit lebih tua darinya. Master Yu Shengying sendiri sempat kehilangan muka saat gelar Pendekar Sakti yang ia peroleh direbut oleh Master Yue Jiangtian (Rongguang Yu).

Bertahun kemudian, dua saudara seperguruan ini memutuskan berangkat ke ibu kota untuk membalas dendam Master Yu sekaligus merebut gelar Pendekar Sakti yang kini dipegang Master Yue. Di saat yang sama, Meng Er Kui juga punya dendam pribadi yang ingin ia lampiaskan.

Review
Di titik awal, MY KINGDOM memang terlihat sangat menjanjikan. Bagaimana tidak, menggabungkan indahnya seni beladiri Kung Fu dengan megahnya seni opera Beijing jelas bakal jadi tontonan yang memanjakan mata. Sayangnya, janji itu tak bisa dipertahankan hingga film berakhir. Di pertengahan film, janji itu mulai memudar dan tak ada lagi yang tersisa dari janji tadi.

Sebenarnya film ini tak akan kehilangan tensinya seandainya sutradara Xiaosong Gao dan penulis naskah menyederhanakan kisah yang sedikit rumit ini dan lebih fokus pada misi balas dendam dua murid atas kekalahan guru mereka. Subplot dendam masa kecil Meng Er Kui, cinta segitiga, dan persaingan yang mendapat porsi cukup besar justru malah membuat film ini kehilangan taringnya di pertengahan film.

Aksi laga yang ditata oleh Sammo Hung jelas bisa dipertanggungjawabkan. Penata kostum dan makeup pun bekerja dengan baik dan membuat pertarungan perebutan gelar sekaligus balas dendam murid atas kekalahan gurunya jadi tontonan yang memukau. Setelah itu, semuanya berakhir. Akting dua pemeran utama film ini sebenarnya cukup bagus namun sayang itu semua jadi tak berarti lagi karena kesalahan strategi yang dipasang Xiaosong Gao.(kpl/roc)
Genre    :    Martial Arts
Release Date    :    August 8, 2011
Director    :    Xiaosong Gao
Screenplay    :    Jingzhi Zou
Producer    :    Zoe Chen, Sammo Hung Kam-Bo, Andre Morgan, Chris Blunden, Peter Poon
Distributor    :    Celestial Pictures
Runtime    :    99 minutes
Budget    :    –
Official Site    :    http://www.facebook.com/dawusheng

kapanlagi.com

Advertisements

About Legy Masyhury

Hanya manusia biasa, sungguh! :D http://legianto.com http://desainku.net http://masyhury.web.id http://ideku.info
This entry was posted in 2012, Film, Review. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s